Pasirpengaraian (Cakra FM)- Sejumlah pengusaha Batu Bata di Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menagih janji Bupati Rohul Drs. Achmad, Msi. Mereka menagih janji bantuan pinjaman Rp300 juta yang tak kunjung direalisasikan Bakal Calon Gubernur 2013 ini.
Ketua Kelompok Usaha Batu Bata Desa Rambah Utama Dadun (40), Senin (3/12), mengatakan tahun 2009 lalu, Bupati Rohul sudah mengunjungi lokasi produksi batu bata di Desa Rambah Utama. Saat itu, Bupati mengatakan untuk meningkatkan produksi agar pengusaha batu bata bisa sejahtera, maka Pemkab Rohul akan memberikan bantuan sebanyak Rp300 juta. Anehnya sampai hari bantuan itu belum juga diterima.
“Maklumlah kami oarng bodoh dan rakyat biasa, jadi kami tidak tau harus berbuat apa, kami memang kecewa, kok sampainya saat ini dana gak datang-datang juga,” ucapnya.
Diterangkan, dalam tiap bulan produksi batu bata masyarakat di Desa Rambah Utama, sekitar 2 juta keping. Saat ini di Rambah Utara ada 100 tungku batu bata yang berproduksi aktif dengan menyerap tenaga kerja 500 orang. Mereka tampaknya memang butuh sentuhan dana segar, baik bentuk pinjaman dan hibah dari pemerintah maupun pengusaha swasta, termasuk Bank, investor dan lainnya.
“Selain kurangnya modal, kendala lain selama di rasakan masyarakat, kurangnya perhatian pemerintah, seterusnya jalan untuk memperlancara transportasi sangat buruk, hingga membuat proses pengangkutan terhambat,” pungkasnya. (Arz)
Ketua Kelompok Usaha Batu Bata Desa Rambah Utama Dadun (40), Senin (3/12), mengatakan tahun 2009 lalu, Bupati Rohul sudah mengunjungi lokasi produksi batu bata di Desa Rambah Utama. Saat itu, Bupati mengatakan untuk meningkatkan produksi agar pengusaha batu bata bisa sejahtera, maka Pemkab Rohul akan memberikan bantuan sebanyak Rp300 juta. Anehnya sampai hari bantuan itu belum juga diterima.
“Maklumlah kami oarng bodoh dan rakyat biasa, jadi kami tidak tau harus berbuat apa, kami memang kecewa, kok sampainya saat ini dana gak datang-datang juga,” ucapnya.
Diterangkan, dalam tiap bulan produksi batu bata masyarakat di Desa Rambah Utama, sekitar 2 juta keping. Saat ini di Rambah Utara ada 100 tungku batu bata yang berproduksi aktif dengan menyerap tenaga kerja 500 orang. Mereka tampaknya memang butuh sentuhan dana segar, baik bentuk pinjaman dan hibah dari pemerintah maupun pengusaha swasta, termasuk Bank, investor dan lainnya.
“Selain kurangnya modal, kendala lain selama di rasakan masyarakat, kurangnya perhatian pemerintah, seterusnya jalan untuk memperlancara transportasi sangat buruk, hingga membuat proses pengangkutan terhambat,” pungkasnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar