Pasirpengaraian (Cakra FM)Tak kunjung mendapat penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB), siswa SDN 024 Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terpaksa harus mengungsi belajar di ruang MDA dan di rumah warga. Padahal sekolah itu berada di tengah ibu kota Rokan Hulu (Rohul).
Guru SDN 024 Rambah Suraili Manan, Rabu (5/6), mengaku tetap mengajar dan memberikan ilmu kepada siswanya dalam kondisi yang miris tersebut. “Benginilah suasana Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah ini, terpaksa harus mengungsi belajar di ruang MDA dan rumah warga. Meskipun kurangnya RKB tapi belajar tetap dilaksanakan, karena sebagai guru wajib hukumnya memberikan pendidikan bagi siswa,” ucapnya.
Dikatakannya, saat ini pihaknya menumpang belajar di salah stu rumah warga dan meminjam pakai 2 kelas ruang milik MDA. “Itulah antipasinya, pihak sekolah terpaksa menyekat 2 lokal MDA, menjadi 4 kelas serta 1 rumah milik warga di sini,” ucapnya.
Diterangkannya, saat ini proses belajar mengajar (PBM) tidak kondusif karena RKB sangat sesak. 1 RKB diisi hampir sebanyak 35 siswa, memang para guru sudah mengeluhkan, sebab padatnya siswa kerap kehilangan konsentrasi PBM.
Kepala SDN 024 Pematang Berangan Yasir, menyikapi kurangnya ruang belajar, pihak sekolah sebenarnya telah memberlakukan 2 shift pelajaran pagi dan siang, namun dikarenakan desakan orang tua, pihak sekolah terpaksa menumpang di MDA dan rumah warga agar PMB dapat dilaksanakan pada pagi hari.
“Kita akui telah berulang kali mengajukan permohnan penambahan RKB ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, namun belum terealisasi hingga sekarang,” katanya
Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Rohul melalui Disdikpora, dapat segera membangun RKB baru. Soalnya jika kondisi itu tetap dibiarakan tanpa solusi, dikhawatirkan sekolah dapat menganggu persiapan pendidikan dengan baik, khususnya kelas 6 hendak melaksankan Ujian Nasional. (Arz)
Guru SDN 024 Rambah Suraili Manan, Rabu (5/6), mengaku tetap mengajar dan memberikan ilmu kepada siswanya dalam kondisi yang miris tersebut. “Benginilah suasana Proses Belajar Mengajar (PBM) disekolah ini, terpaksa harus mengungsi belajar di ruang MDA dan rumah warga. Meskipun kurangnya RKB tapi belajar tetap dilaksanakan, karena sebagai guru wajib hukumnya memberikan pendidikan bagi siswa,” ucapnya.
Dikatakannya, saat ini pihaknya menumpang belajar di salah stu rumah warga dan meminjam pakai 2 kelas ruang milik MDA. “Itulah antipasinya, pihak sekolah terpaksa menyekat 2 lokal MDA, menjadi 4 kelas serta 1 rumah milik warga di sini,” ucapnya.
Diterangkannya, saat ini proses belajar mengajar (PBM) tidak kondusif karena RKB sangat sesak. 1 RKB diisi hampir sebanyak 35 siswa, memang para guru sudah mengeluhkan, sebab padatnya siswa kerap kehilangan konsentrasi PBM.
Kepala SDN 024 Pematang Berangan Yasir, menyikapi kurangnya ruang belajar, pihak sekolah sebenarnya telah memberlakukan 2 shift pelajaran pagi dan siang, namun dikarenakan desakan orang tua, pihak sekolah terpaksa menumpang di MDA dan rumah warga agar PMB dapat dilaksanakan pada pagi hari.
“Kita akui telah berulang kali mengajukan permohnan penambahan RKB ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul, namun belum terealisasi hingga sekarang,” katanya
Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Rohul melalui Disdikpora, dapat segera membangun RKB baru. Soalnya jika kondisi itu tetap dibiarakan tanpa solusi, dikhawatirkan sekolah dapat menganggu persiapan pendidikan dengan baik, khususnya kelas 6 hendak melaksankan Ujian Nasional. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar