Bupati Rohul Minta Guru tidak Kasari Murid

Pasirpengaraian (Cakra FM)- Bupati Rokan Hulu (Rohul), Drs. H. Achmad, M.Si menginstruksikan kepada seluruh tenaga pendidik, agar tidak melakukan tindak kekarasan terhadap peserta didik.

Dikatakannya, posisi guru yang bukan hanya jadi pengajar, namun menjadi pendidik bagi peserta didik maupun di lingkungan masyarakat, harus membarikan contoh yang lebih baik.

Intruksi itu disampaikan Bupati Rohul, Senin (3/12), saat jadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 67 di halaman kantor Bupati Rohul, dihadiri belasan ribu guru dari seluruh kecamatan di Rohul, termasuk ribuan pelajar lainnya, serta para pejabat Forkompinda dan para kepala dinas, badan, kantor, juga Ketua PGRI Rohul H. M. Zen M.Pd,  MM.

Ditegaskannya, dihadapan belasan ribu para guru ke depannya melakukan penerapan pembinaan pada semua pelajar sejak dini, jangan melakukan kekerasan terhadap peserta didik namun cari solusi terbaik dengan kelembutan, kesalahan pada peserta didik tidak selamanya ada pada mereka, namun ada pada guru.

“Seharusnya, sebelum peserta didik melakukan hal-hal tidak baik, kita harus mencegahnya sehingga mereka tidak sampai melakukan terlalu jauh lagi, saya tekankan, guru bukan pengajar namun guru sebagai pendidik, perannya bukan hanya berdiri di depan kelas, tapi jadi panutan di mana saja termasuk di lingkungan tempat tinggal kita,”ulasnya.
 Lebih lanjut dipaparkannya, seluruh tenaga pendidik di momentum HUT PGRI ke 67 sekaligus hari guru nasional, agar bisa menargetkan hasil Ujian Nasional (UN) dari tingkat SD hingga SLTA tahun 2013 mendatang, Rohul masuk di 3 besar terbaik di Provinsi Riau.
 “Agar itu bisa tercapai, sejak dini mari kita laksanakan program Bimbingan belajar (Bimbel) pada seluruh peserta didik, berikan pembinaan sehingga pada hari H nantinya mereka sudah dapat memahaminya dengan momentum ini, bagaimana sosok guru atau pendidik menjadi contoh dan teladan bagi semua masyarakat,”terangnya.

Dintruksikan pada Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD), para Kepala Sekolah  (Kasek) dan guru di Rohul, khususnya beragama muslim agar menjalankan program shalat maghrib berjemaah bagi pelajar di masjid lingkungan tempat tinggal mereka, UPTD dan guru, juga diharapkan mengumpulkan abesensi pelajar di masing-masing masjid, juga bisa menjalankan program itu secara baik.

“Bagi UPTD, Kasek maupun guru tidak bisa menjalankannya, kita akan ganti, kita harap dengan adanya pembinaan agama pada peserta didik, anak didik kita akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan lebih positif, termasuk untuk kegiatan menghafal surah pendek mulai murid SD kelas III hingga pelajar SLTA di Rohul,”sebutnya.
 Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Kadisdikpora) Rohul, juga Ketua PGRI Rohul, H. M. Zen, MPd, MM, menyikapi intruksi Bupati, program shalat maghrib berjemaah bagi UPTD, Kasek Guru dan Pelajar di masjid dilingkungan tempat tinggalnya termasuk menghafal bacan surah pendek, sudah dilaksanakan saat ini, akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Program maghrib mengaji di masjid sudah dilaksanakan, termasuk menghafal surah-surah pendek, kita akan lakukan evaluasi, namun intinya seluruh program sudah dilaksanakan di seluruh sekolah di Rohul,”pungkasnya. (Arz)

0 komentar:

Posting Komentar