Psirpengarian ( Cakra FM)-Pemkab Rokan Hulu (Rohul) terus menggalakkan Program Ekonomi Kerakyatan (Ekora). Dengan melakukan terobosan terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) sebagai pilar ekonomi pedesaan di Rohul, keberadaannya dinilai sangat membantu tugas pemerintah meminimalisir statistic pengangguran dan kemiskinan.
Karena itu, Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM Minggu (18/11), meminta Bank-Riau Kepri (BRK) Cabang Rohul, menambah plafon anggaran untuk membantu Usaha Kecil menengah (UKM). Saat ini, sekitar 20 ribu warga Rohul yang selama ini telah memamfaatkan dana UED-SP dan BUMDes di 16 Kecamatan.
‘’Pemerintah harap Bank Riau-Kepri memberikan tambahan modal untuk perkembangan lembaga mikro dalam membantu usaha kecil menengah di desa-desa,’’sebutnya.
Menurutnya, keberadaan UED-SP dan BUMDes, jangan dianggap jadi saingan pihak Bank Riau-Kepri, tapi sebaliknya dijadikan perpanjangan tangan untuk menjangkau wilayah pedesaan belum terlayani bank kebanggaan masyarakat Riau itu.‘’Bank Riau-Kepri hendaknya dapat bersinergi dengan UED-SP dan BUMDes terutama memberikan plafon pinjaman besar serta bunga rendah,’’ tuturnya.
Dijelaskan, Rohul termasuk kabupaten di Provinsi Riau, dinilai terbanyak secara nasional mendirikan BUMDes, maka sebagai lembaga mikro di pedesaan untuk mengembangkan program Ekora, tidak salah jika BUMdes di Rohul jadi pilot project bagi kabupaten/Kota di Indonesia untuk melakukan Study Banding daerah. “Saat ini 80 desa di 16 kecamatan telah berdiri 80 BUMDes dengan perputaran modal mencapai Rp 2 Milyar per tahunnya,”ungkapnya.
Ditambahkan, BUMDes bagian dari lokomotif penggerak Ekora pedesaan, pemerintah terus maksimalkan keberadaannya dengan memfasilitasi modal pengembangan usaha, sebagai motorik penggerak Ekora, kita komit, berupaya kembangkan dan targetkan di tahun mendatang seluruh desa telah berdiri BUMDes. (Arz)
Karena itu, Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri, MM Minggu (18/11), meminta Bank-Riau Kepri (BRK) Cabang Rohul, menambah plafon anggaran untuk membantu Usaha Kecil menengah (UKM). Saat ini, sekitar 20 ribu warga Rohul yang selama ini telah memamfaatkan dana UED-SP dan BUMDes di 16 Kecamatan.
‘’Pemerintah harap Bank Riau-Kepri memberikan tambahan modal untuk perkembangan lembaga mikro dalam membantu usaha kecil menengah di desa-desa,’’sebutnya.
Menurutnya, keberadaan UED-SP dan BUMDes, jangan dianggap jadi saingan pihak Bank Riau-Kepri, tapi sebaliknya dijadikan perpanjangan tangan untuk menjangkau wilayah pedesaan belum terlayani bank kebanggaan masyarakat Riau itu.‘’Bank Riau-Kepri hendaknya dapat bersinergi dengan UED-SP dan BUMDes terutama memberikan plafon pinjaman besar serta bunga rendah,’’ tuturnya.
Dijelaskan, Rohul termasuk kabupaten di Provinsi Riau, dinilai terbanyak secara nasional mendirikan BUMDes, maka sebagai lembaga mikro di pedesaan untuk mengembangkan program Ekora, tidak salah jika BUMdes di Rohul jadi pilot project bagi kabupaten/Kota di Indonesia untuk melakukan Study Banding daerah. “Saat ini 80 desa di 16 kecamatan telah berdiri 80 BUMDes dengan perputaran modal mencapai Rp 2 Milyar per tahunnya,”ungkapnya.
Ditambahkan, BUMDes bagian dari lokomotif penggerak Ekora pedesaan, pemerintah terus maksimalkan keberadaannya dengan memfasilitasi modal pengembangan usaha, sebagai motorik penggerak Ekora, kita komit, berupaya kembangkan dan targetkan di tahun mendatang seluruh desa telah berdiri BUMDes. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar