![]() |
| Add caption |
Pasirpengaraian
(Cakra FM) Guna mengurangi Ketergantungan Impor
kedealai nasional, Dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) Rokan Hulu
(Rohul), akan memaksimalkan lahan Revitalisasi kelapa sawit sebagai lahan
penanaman kedelai dengan system tumpang sari. Saat ini rencana tersebut tengah
di uji coba dengan menggunakan lahan perusahaan BUMN PTPN V Sei intan.
Dalam agendanya
meninjau areal ujicoba di lahan revitalisasi PTPN V di sei Intan Kunto
Darusalam, kepala dinas Kehutanan dan Perkebunan Rohul Sugiyarno mengatakan
program ini merupakan kerjasama dishutbun dengan dinas pertanian rohul,
menurutnya meski masih dalam tahap uji coba, hasil pengembangan kacang kedelai
sebagai tanaman sela kelapa sawit dirasa cukup menjanjikan karena memiliki
nilai ekonomis tinggi serta luasnya areal perkebunan sawit di rohul yang
mencapai 874 ribu ha.
“penanaman kacang
kedelai di lahan sawit ini, kita jamin tidak menganggu pertumbuhan sawit karena
kacang kedelai ini memiliki unsur N atau unsur hara yang baik untuk sawit
ungkapnya.
Rencananya selain di
ujicoba di lahan inti PTPN V sei Intan yang tengah direvitalisasi, Rencana ini
juga akan diaplikasikan di 3 daerah lainya seperti di Trantam,Tandun, dan
Tomora dengan luas 1000 Ha dengan menggunakan varites kedelai jenis anjasmara.
Dijelaskanya dengan
asumsi hasil panen 1,4 ton Per haktarenya, Kita Targetkan untuk tahap ujicoba
ini Hasil kedelai Kita Bisa capai 1400 ton dan bila ini berhasil Program ini
juga secara simultan akan diterapkan untuk petani plasma yang akan direvitalisasi.
“kita harapkan program
ini dapat menunjang pertumbuhan para pengusaha kecil seperti pengusaha tahu tempe di rohul, sehingga Komoditas
kedelai ini Tidak lagi kita impor namun paling tidak kita bias penuhi kebutuhan
sendiri dengan memaksimalkan lahan yang ada tutupnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar