Pasirpengaraian (Cakra FM)-Naas betul nasib, Warga Langgak, Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Lexsus (30), yang berprofesi sebagai sales sekaligus Bandar Roti, Senin (19/11), sekira pukul 14.30 Wib tas sandang miliknya dirampas Orang Tidak Dikenal (OTK).
Ternyata dalam tas ini berisikan barang berharga yakni uang tunai sebesar Rp17 juta, korban mengaku di todong dengan senjata api laras pendek jenis pistol, pelaku berjumlah dua orang, mengendarai sepeda motor merek Yamaha jenis RX King, sedangkan lokasi atau Tempat Kejadian Peristwa (TKP) di Jalan Lingkar Kota KM Pasir Pangaraian Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul.
Ternyata dalam tas ini berisikan barang berharga yakni uang tunai sebesar Rp17 juta, korban mengaku di todong dengan senjata api laras pendek jenis pistol, pelaku berjumlah dua orang, mengendarai sepeda motor merek Yamaha jenis RX King, sedangkan lokasi atau Tempat Kejadian Peristwa (TKP) di Jalan Lingkar Kota KM Pasir Pangaraian Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul.
“ Waktu itu saya baru pulang dari Rambah Hilir, hendak menagih hasil penjualan roti saya di warung-warung, karena mau cepat saya lewat di jalan lingkar menuju Ujung Batu,”kata korban.
Diterangkan korban, tiba-tiba ia dipepet dan disuruh berhenti oleh 2 orang yang mengendarai RX King, memakai Helmet kaca hitam, 1 orang yang diboncengan langsung turun, sambil menodongkan pistol ke kepalanya.
“Dia minta saya berikan tas yang saya sandang, karena takut tas itu saya berikan, padahal di dalamnya ada uang, mereka langsung kabur ke arah Rambah samo ,” ujarnya.
Kapolsek Rambah Samo IPTU Dasmaliki, mengakui telah ada yang melaporkan kejadian perampokan, Senin (19/11), sekira pukul 14.30 wib, karena TKP nya bukan di wilayah hukumnya maka menyuruh korban melapor ke Mapolsek Rambah.
Kapolsek Rambah AKP Mawardi Ghandi, mengakui setelah mendapat laporan langsung memerintahkan Kanit Reskrimnya untuk menjemput korban di Mapolsek Rambah Samo.
“Kita sudah perintahkan Kanit res kita untuk menjemput korban, informasinya mereka masih di TKP, untuk mengambil data kronologi kejadian perampokan tadi,” tuturnya. (Arz)
Diterangkan korban, tiba-tiba ia dipepet dan disuruh berhenti oleh 2 orang yang mengendarai RX King, memakai Helmet kaca hitam, 1 orang yang diboncengan langsung turun, sambil menodongkan pistol ke kepalanya.
“Dia minta saya berikan tas yang saya sandang, karena takut tas itu saya berikan, padahal di dalamnya ada uang, mereka langsung kabur ke arah Rambah samo ,” ujarnya.
Kapolsek Rambah Samo IPTU Dasmaliki, mengakui telah ada yang melaporkan kejadian perampokan, Senin (19/11), sekira pukul 14.30 wib, karena TKP nya bukan di wilayah hukumnya maka menyuruh korban melapor ke Mapolsek Rambah.
Kapolsek Rambah AKP Mawardi Ghandi, mengakui setelah mendapat laporan langsung memerintahkan Kanit Reskrimnya untuk menjemput korban di Mapolsek Rambah Samo.
“Kita sudah perintahkan Kanit res kita untuk menjemput korban, informasinya mereka masih di TKP, untuk mengambil data kronologi kejadian perampokan tadi,” tuturnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar