Pasirpengaraian (Cakra FM) Pesantren dan Madrasah adalah salah satu basis kaderisasi calon pemimpin umat dan bangsa di masa datang. Oleh karenanya, para santri dituntut mampu menyelesaikan berbagai persoalan umat dan kebangsaan yang semakin kompleks, termasuk menjawab tudingan miring atas system pendidikan tertua di negeri ini yakni pesantren, yang dinyatakan sebagai basis teroris.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama majelis guru serta santri MTs Nurul Iman Mahato Kec Tambusai Utara, Selasa (20/11/2012) bertempat di Mahato.
Hadir dalam acara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Pengawas Pendidikan Islam Drs H Abir Zuhdi, Ketua Yayasan Nurul Iman Khairil Zaman SPd, Kepala MTs Nurul Iman Chaidir, Ketua Komite MTs, Majlis Guru dan 200 santri MTs Nurul Iman Mahato.
Kakan Kemenag menyatakan bahwa system pendidikan pondok pesantren dan madrasah menanamkan nilai-nilai ketaqwaan, akhlakul karimah, sikap toleransi, dan saling menghargai antara satu sama yang lain. system inilah sesungguhnya yang banyak dicontoh lembaga-lembaga pendidikan yang mengaku dirinya berstandar internasional.
Sistem belajar 24 jam dengan boarding school (asrama) dan pengantar bahasa Arab dan Inggris yang diterapkan pada pondok pesantren, saat ini telah diadopsi mentah-mentah oleh lembaga pendidikan lain, namun mereka masih kekurangan dalam bidang akhlakul karimah, yang telah lama menjadi ciri khas santri pondok pesantren dan madrasah, tegasnya.
Kakan menyatakan bahwa sungguh kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua murid yang telah dapat menyekolahkan anaknya di madrasah ini, sebab pendidikan madrasah adalah pendidikan yang bernuansa masa depan, baik dunia maupun akhirat.(rls)

0 komentar:
Posting Komentar