PASIRPANGARAIAN (Cakra FM)- Dampak banjir besar lalu yang merendam sebagian desa di Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu turut merusak infrastruktur jalan sekitar 150 meter. Seperti akses ke Desa Rantau Binuang Sakti, sampai saat ini belum bisa ditempuh roda dua atau pun roda empat.
Akibat akses putus sekitar 150 meter dari Simpang Desa Ulak Patian menuju Desa Rantau Binuang Sakti, untuk beraktifitas keluar masuk desa, belakangan masyarakat di Desa Rantau Binuang Sakti terpaksa melalui jalur air atau sungai dengan menggunakan jasa perahu (tongkang).
Rusaknya akses ini turut mengganggu kerja kalangan kontraktor yang sedang mengerjakan dua paket kegiatan di desa tersebut seperti pembangunan jembatan parit rusa dan visitor center.
Tokoh masyarakat Rantau Binuang Sakti, Syahrir, mewakili masyarakat desanya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Rohul dapat membantu kelancaran akses ke desanya. Jika hal ini dibiarkan dan tidak ada upaya perbaikan, menurutnya ini menambah penderitaan masyarakat setempat.
“Masyarakat hanya mengandalkan usaha dari menangkap ikan sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari. Namun jika daratan sudah terendam dan akses darat rusak, ini mengganggu aktifitas kami,” ujarnya.
Kerusakan akses ratusan meter ke Rantau Binuang Sakti turut dibenarkan Anggota DPRD Rohul, Ismail. Diakuinya, saat meninjau infrastruktur ke desa tersebut, akses sangat memprihatinkan dan menakutkan.
Menurutnya, jika pemerintah tidak cepat mengupayakan pembangunan atau peningkatan jalan ke desa ini, kerusakan jalan ke desa ini akan semakin parah. Jalur sungai memang ada disana, tapi saat banjir besar, masyarakat juga takut menggunakan jasa perahu.
Sebelumnya, memang ada penimbunan di ruas yang tergenang air disana. Diperkirakan dari satu meter sampai satu setengah meter yang dilakukan melalui kegiatan swakelo dinas terkait.
“Tapi sepertinya upaya ini belum membantu sepenuhnya dalam mengatasi transportasi darat disana,” terangnya kepada riauterkinicom, Senin (19/11/12).
Ismail menambahkan, di Desa Rantau Binuang Sakti terdapat situs bersejarah yang maha tinggi nilainya yaitu situs Syek Abdul Wahap Rokan, seorang tokoh pengembang ajaran Tarikat Naqsabandi yang sudah dikenal di Asia Tenggara, dan Sultan Zainal Abidin yang sudah dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.
“Masih banyak lagi peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya di desa ini. Kita berharap seluruh instansi terkait untuk duduk bersama mencari solusi terbaik untuk meng-antisipasi apa yang menjadi penderitaan masyarakat di desa ini,” harap Ismail lagi.***(Arz)
Akibat akses putus sekitar 150 meter dari Simpang Desa Ulak Patian menuju Desa Rantau Binuang Sakti, untuk beraktifitas keluar masuk desa, belakangan masyarakat di Desa Rantau Binuang Sakti terpaksa melalui jalur air atau sungai dengan menggunakan jasa perahu (tongkang).
Rusaknya akses ini turut mengganggu kerja kalangan kontraktor yang sedang mengerjakan dua paket kegiatan di desa tersebut seperti pembangunan jembatan parit rusa dan visitor center.
Tokoh masyarakat Rantau Binuang Sakti, Syahrir, mewakili masyarakat desanya sangat berharap Pemerintah Kabupaten Rohul dapat membantu kelancaran akses ke desanya. Jika hal ini dibiarkan dan tidak ada upaya perbaikan, menurutnya ini menambah penderitaan masyarakat setempat.
“Masyarakat hanya mengandalkan usaha dari menangkap ikan sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari. Namun jika daratan sudah terendam dan akses darat rusak, ini mengganggu aktifitas kami,” ujarnya.
Kerusakan akses ratusan meter ke Rantau Binuang Sakti turut dibenarkan Anggota DPRD Rohul, Ismail. Diakuinya, saat meninjau infrastruktur ke desa tersebut, akses sangat memprihatinkan dan menakutkan.
Menurutnya, jika pemerintah tidak cepat mengupayakan pembangunan atau peningkatan jalan ke desa ini, kerusakan jalan ke desa ini akan semakin parah. Jalur sungai memang ada disana, tapi saat banjir besar, masyarakat juga takut menggunakan jasa perahu.
Sebelumnya, memang ada penimbunan di ruas yang tergenang air disana. Diperkirakan dari satu meter sampai satu setengah meter yang dilakukan melalui kegiatan swakelo dinas terkait.
“Tapi sepertinya upaya ini belum membantu sepenuhnya dalam mengatasi transportasi darat disana,” terangnya kepada riauterkinicom, Senin (19/11/12).
Ismail menambahkan, di Desa Rantau Binuang Sakti terdapat situs bersejarah yang maha tinggi nilainya yaitu situs Syek Abdul Wahap Rokan, seorang tokoh pengembang ajaran Tarikat Naqsabandi yang sudah dikenal di Asia Tenggara, dan Sultan Zainal Abidin yang sudah dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.
“Masih banyak lagi peninggalan sejarah yang tidak ternilai harganya di desa ini. Kita berharap seluruh instansi terkait untuk duduk bersama mencari solusi terbaik untuk meng-antisipasi apa yang menjadi penderitaan masyarakat di desa ini,” harap Ismail lagi.***(Arz)

0 komentar:
Posting Komentar