Pasirpengaraian (Cakra FM)- Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan sebutan lain, “Negeri Seribu Suluk” memiliki keanekaragaman dan kekayaan budaya, kemajaun tekhnologi berdampak kencangnya arus globalisasi, hingga mucul krisis kebudayaan, Pemkab Rohul segera meneydarinya budaya termasuk asset paling berharga mestinya ditumbuhkembangkan dan menjadi kebanggan bagi masyarakat Rohul.
Konsistensi dan Komitmen Pemkab Rohul memunculkan dan mengembangkan kembali terkuburnya budaya Rohul dengan istilah “Membangkit Batang Tarandam”, ibarat pepatah “Gajah mati meninggalkan gadiang, Harimau mati maninggakan belang, Manusia mati meninggalkan jaso”.
Implikasinya Pemkab Rohul melalui Dinas Kebudayaan dan Prawista (Budpar) gelar festival Budaya Daerah Tingkat Kabupaten Rohul Tahun 2012 yakni, Budaya Bakobah, Gondang Barogong, Tari Tradisi Rohul, Dzikir Burdah dan Pencak Silat Tradisional diikuti 35 group, diprakarsai Dinas Budpar Provinsi Riau dan Disbudpar Rohul di Taman Kota Pasirpangaraian.
Kegiatan itu, ditutup Bupati Rohul Drs. Achmad, MSi diwakili Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) perwakilan Rohul H. Tengku Rafli Armein, Jum’at (2/11) malam, festival ini bertujuan untuk membangkit potensi budaya Rohul, sekaligus persiapan untuk jadi tuan rumah tahun 2013 dalam iven festival budaya melayu seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Riau.
“Kita menyadari generasi muda kita saat ini banyak tidak faham dan mengerti dengan budaya sendiri, seharunya warisan berharga itu dapat mereka jaga dan reflekasikan dalam kehidupan sehari-hari,”sebutnya.
Disinggung, di Kabupaten Rohul tidak hanya budaya melayu dengan tegas diterangkannya, budaya daerah Rohul sangatlah banyak, seperti budaya tor-tor dalam adat mandailin, kuda kepang, reok dalam budaya jawa dan lainnya, ke depan seleuruh asset itu akan diakomodir secara signifikan.
Kepala Dinas Budpar Rohul Yurikawati mengatakan, Rohul sudah sipa jadi tuan rumah festival Budaya Melayu se Provinsi Riau, pihak komit untuk menjadikan pengembangan dan pembangunan budaya terbaik dari Kabupaten/kota se Prrovinsi Riau.
“Inilah bentuk keseriusan kita dalam membangun budaya di Rohul, sehingga selama ini terpendam dapat dibangkitkan kembali,”ujarnya.
Diutarakan, khusus generasi muda, termasuk siswa sekolah sudah ada kerja sama kolektif dengan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Rohul, seperti penerapan bahasa daerah tiap hari Rabu, adannya pendidikan budaya daerah sebagai salah satu mata pelajaran disekolah.
Festival 5 ajang perlombaan untuk hadiah uang tunai sebesar Rp 67,5 juta, masing-masingnya untuk Juara I dapat trovi plus tabanas Rp 6 juta, Juara II dapat trovi plus tabanas Rp 4,5 juta dan Juara III group dapat trovi plus tabanas Rp 3 juta dari 55 Group di 16 Kecamatan Kabupaten Rohul Kecamtan Rambah jadi juara umum.
Meski hujan mengguyur disertai dengan putting beliung di Taman Kota Pasir Pengeraian Kabupaten Rohul, namun semangat peserta untuk tampil tak ada kendurnya, begitu juga dengan penonton masyarakat sekitar memadati seluruh areal Taman kota hingga kejalan untuk menykasikan penutupan festival budaya melayu Rohul itu.
Dalam acara penutupan festifal itu, berlangsung meriah dan menghibur, tampak hadir mewakili Bupati Rohul yakni Ketua LAMR Rohul Tengku Rafli Armen, S.Sos, Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Forkopinda dan lainnya. (Arz)
0 komentar:
Posting Komentar