PASIRPANGARAIAN (Cakra FM)- Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) perwakilan Rokan Hulu Tengku Rafli Armein belum berupaya melaporkan JS, seorang oknum pejabat eselon II yang diduga mengancam dirinya terkait isu perselingkuhan.
Dugaan pengancaman terhadap Ketua LAMR Rohul terjadi Rabu malam lalu (31/10/12) di Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpangaraian. Informasi dirangkum , Tengku Rafli yang juga Kepala Disosnakertrans Rohul didatangi JS ketika akan keluar dari masjid usai melaksanakan ibadah.
Menurut Tengku Rafli, pihaknya belum ada rencana melaporkan perihal ancaman ini ke Polisi, sebab ada upaya untuk diselesaikan secara adat melalui Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Tambusai.
“Kita masih menunggu reaksi dari LKA Tambusai. Mereka minta waktu untuk memanggil anak keponakannya (JS.red). Jika dalam seminggu belum ada tanggapan, kita akan bicarakan dahulu dengan tetua adat LKA, apakah ini akan dilaporkan ke Polisi atau tidak,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (8/11/12).
Berhembusnya isu pengancaman begitu cepat. Pasalnya saat keributan terjadi di Masjid Agung Madani, banyak pegawai dan pejabat disana.
Di tempat terpisah, kepada wartawan via selulernya, JS yang merupakan oknum pejabat eselon II yang diduga telah mengancam Tengku Rafli mengaku tudingan perselingkuhan dirinya dengan seorang wanita tanpa suami adalah fitnah, termasuk dugaan pengancaman terhadap Ketua LAMR Rohul.
Sementara, Ketua LKA Tambusai Apri yang dikonfirmasi via selulernya tidak bisa memberikan tanggapan, pasalnya gadgetnya sedang tidak aktif.***(Arz)
Dugaan pengancaman terhadap Ketua LAMR Rohul terjadi Rabu malam lalu (31/10/12) di Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpangaraian. Informasi dirangkum , Tengku Rafli yang juga Kepala Disosnakertrans Rohul didatangi JS ketika akan keluar dari masjid usai melaksanakan ibadah.
Menurut Tengku Rafli, pihaknya belum ada rencana melaporkan perihal ancaman ini ke Polisi, sebab ada upaya untuk diselesaikan secara adat melalui Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Tambusai.
“Kita masih menunggu reaksi dari LKA Tambusai. Mereka minta waktu untuk memanggil anak keponakannya (JS.red). Jika dalam seminggu belum ada tanggapan, kita akan bicarakan dahulu dengan tetua adat LKA, apakah ini akan dilaporkan ke Polisi atau tidak,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (8/11/12).
Berhembusnya isu pengancaman begitu cepat. Pasalnya saat keributan terjadi di Masjid Agung Madani, banyak pegawai dan pejabat disana.
Di tempat terpisah, kepada wartawan via selulernya, JS yang merupakan oknum pejabat eselon II yang diduga telah mengancam Tengku Rafli mengaku tudingan perselingkuhan dirinya dengan seorang wanita tanpa suami adalah fitnah, termasuk dugaan pengancaman terhadap Ketua LAMR Rohul.
Sementara, Ketua LKA Tambusai Apri yang dikonfirmasi via selulernya tidak bisa memberikan tanggapan, pasalnya gadgetnya sedang tidak aktif.***(Arz)

0 komentar:
Posting Komentar