Dua Desa di Kepenuhan Kembali Terendam Banjir

Anggota DPRD Rohul Ismail dari Fraksi Hanura
PASIRPANGARAIAN (Cakra FM)- Wakil rakyat menilai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terkesan lamban tanggulangi bencana banjir di Desa Rantau Binuang Sakti dan Desa Ulak Patian Kecamatan Kepenuhan. Menurutnya, dua hari terakhir dua desa ini masih direndam air bah.

Banjir mulai melanda sejak Ahad pagi kemarin (4/11/12). Kata Anggota DPRD Rohul Ismail dari Fraksi Hanura, jalan di Desa Ulak Patian menuju Dusun Bunga Tanjung Desa Rantau Binuang Sakti terendam air bah. Akibat sering terendam jalan disana rusak.

"Kita melihat Pemkab Rokan Hulu lamban dalam menangani persoalan banjir di dua desa ini. Jika pengagarannya rutin, Insya Allah jalan kesana akan baik," harap Ismail, Senin (5/11/12).

Pasca bantuan dari pusat Rp5,3 miliar pada 2007 silam, kata Ismail untuk peningkatan jalan dari simpang PT SJI ke Desa Ulak Patian tidak ada lagi anggaran, padahal disana ada proyek pembangunan lokasi sejarah.

"Tidak ada lagi anggaran untuk pembangunan jalan ini sekali pun kita terus berteriak di lembaga terhormat," kesalnya.

Ismail mengaku memperjuangkan jalan ke Desa Ulak Patian karena Desa Rantau Binuang Sakti merupakan lokasi sejarah, tempat kelahiran dua tokoh Nasional dan asia tenggara yakni Sultan Zainal Abidin yang sudah diangkat sebagai pahlawan Nasional dan Syekh Abdul Wahab Rokan sebbagai tokoh pengembang Tarekat Naqsabandi di Asia Tenggara.

"Seharusnya kita sadar akan perjuangan dan keberhasilan kedua tokoh ini karena telah mengangkat nama daerah. Apalagi nama bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya," tuturnya.

"Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada niat baik dari Pemkab Rokan Hulu untuk mengangkat ini," tambahnya.

Alasan keterbatasan anggaran, dinilai Ismail bukan alasan tepat. "Persoalannya adalah apakah ada kebijakan pemerintah untuk pengembangan daerah ini yang telah melahirkan para sejarawan dan pelaku sejarah yang telah ditelan massa," ujarnya.***(Arz)

0 komentar:

Posting Komentar