Pasirpengaraian (Cakra FM) Sekitar 1 bulan ribuan hektar lahan pertanian masyarakat di beberapa Desa Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terendam banjir, akibatnya masyarakat kesulitan untuk mencari nafkah, sebab air sudah menggenangi lahan-lahan masyarakat setinggi 1 meter hingga 2 meter.
Dikatakan, Warga Kecamatan Bonai Darussalam Amir (54), Sabtu (24/11), musim penghujan di Kabupaten Rohul membuat penderitaan bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Bonai Darussalam, pasalnya lahan perladangan sudah terendam air begitu juga dengan kebun kelapa sawit sulit untuk dipanen karena sudah di genangi air.
“ Kami tidak bisa lagi keladang, maka untuk sementara waktu mengalih profesi untuk mencari ikan, hasil dijual pada toke udah menunggu agar bisa membeli beras,”ungkapnya.
Kepala Desa Sontang Zulfahrianto membenarkannya, kalau masyarakat mengalami kesulitan untuk mencari kebutuhan sehari-hari, disebabkan air menggenangi lahan pertanian masyarakat, debit air masih terus tinggi, padahal air menggenangi lahan masyarakat mulai dari bulan Oktober 2012 lalu sampai saat ini belum ada surutnya.
“ Tergangulah pak tengok aja sendiri, gimana keadaan airnya, tapi gimanalah mau sabar atau tidak sabar harus diterima,”kesalnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceng Herdiana, meminta agar Kepala Desa tempatan segera membuat surat laporan dilengkapi dengan foto kejadian agar pihak bisa menindak lanjuti kejadiannya, biar semuanya dapat terakomodir secara signifikan.
“Saya belum tahu seperti itu kejadiannya, kita minta seharusnya pihak desa bisa memberitahunya agar bisa diperbaiki sesegera mungkin,”pungkasnya. (Arz)
Dikatakan, Warga Kecamatan Bonai Darussalam Amir (54), Sabtu (24/11), musim penghujan di Kabupaten Rohul membuat penderitaan bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Bonai Darussalam, pasalnya lahan perladangan sudah terendam air begitu juga dengan kebun kelapa sawit sulit untuk dipanen karena sudah di genangi air.
“ Kami tidak bisa lagi keladang, maka untuk sementara waktu mengalih profesi untuk mencari ikan, hasil dijual pada toke udah menunggu agar bisa membeli beras,”ungkapnya.
Kepala Desa Sontang Zulfahrianto membenarkannya, kalau masyarakat mengalami kesulitan untuk mencari kebutuhan sehari-hari, disebabkan air menggenangi lahan pertanian masyarakat, debit air masih terus tinggi, padahal air menggenangi lahan masyarakat mulai dari bulan Oktober 2012 lalu sampai saat ini belum ada surutnya.
“ Tergangulah pak tengok aja sendiri, gimana keadaan airnya, tapi gimanalah mau sabar atau tidak sabar harus diterima,”kesalnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceng Herdiana, meminta agar Kepala Desa tempatan segera membuat surat laporan dilengkapi dengan foto kejadian agar pihak bisa menindak lanjuti kejadiannya, biar semuanya dapat terakomodir secara signifikan.
“Saya belum tahu seperti itu kejadiannya, kita minta seharusnya pihak desa bisa memberitahunya agar bisa diperbaiki sesegera mungkin,”pungkasnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar