![]() |
| Ketua Askapindo rohul Ardiman Daulay |
Pasirpengaraian (Cakra FM) Ketua Asosiasi Petani Kepala Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Rokan Hulu Ardiman Daulay menduga timbangan di empat PMKS curang.
Sesuai laporan dari masyarakat. Timbangan yang diduga curang, sebut Ardiman bukan saja terjadi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V Sei Intan, tapi juga terjadi di PMKS PT KPN Tambusai dan PTPN V Sei Rokan.
“DPRD Rokan Hulu dari Komisi I sendiri sudah pernah sikapi masalah ini. Memang ada rencana membawa masalah ini dalam rapat, tapi belum dijadwalkan, sebab saat ini Banmus (badan musyawarah) DPRD sedang sibuk membahas Perda-perda Pemkab Rohul,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Rohul ini kepada Wartawan di Pasirpangaraian, Rabu (14/11/12).
Menyikapi banyaknya laporan masyarakat yang masuk kepada Apkasindo, Ardiman berharap perusahaan dan penerima buah (PB) di Rohul untuk pro aktif dalam mensejahterakan petani, terutama bagi petani kelapa sawit.
“Dalam menyikapi ini, agar masalah harga seluruh PKS yang ada di Rokan Hulu untuk mengikuti peraturan gubernur nomor 240 tahun 2009 tentang ketentuan harga TBS kelapa sawit,” mintanya.
“Waktu mau berdiri mereka menyembah agar izin dikeluarkan. Dan ketika sudah berdiri, hanya mereka tidak memikirkan petani,” katanya.
Pada rapat dengan 11 perwakilan perusahaan di Kantor Disbutbun Rohul beberapa waktu lalu, Ardiman juga sempat mengamuk. Ia menuding perusahaan tidak mau mengerti kondisi petani, tapi hanya memikirkan laba perusahaan.
“Kita dukung penuh Dishutbun Rokan Hulu gelar inspeksi mendadak seperti kemarin, sehingga perusahaan yang ada tidak lagi berlaku curang,” ujarnya.
Selasa kemarin (13/11/12), dugaan kecurangan timbangan di sebuah PKS juga dilontarkan Ponimin. Kades Bukit Intan Makmur Kecamatan Kuntodarussalam ini mengaku tujuh koperasi di desanya mengeluhkan dugaan kecurangan tera timbangan di PKS PTPN V Sei Intan karena berat buah satu truk colt diesel bisa berkurang antara 300-500 kilogram.
Sidak Kepala Dishutbun Rohul Sugiyarno sempat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke PKS PTPN V Sei Intan bersama Pengelola KUD, Selasa pagi kemarin. Sidak ini diduga bocor, pasalnya saat timbangan diuji, dinas ini tidak menemukan unsur kecurangan.
Walau tidak menemukan bukti praktek kecurangan timbangan di PTPN V Sei Intan, Sugiyarno berjanji akan meneruskan laporan masyarakat ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau.
“Kita akan surati Disperindag Riau, terutama bidang metereologi untuk menguji tera timbang seluruh perusahaan, sehingga segala bentuk praktek kecurangan yang dikeluhkan masyarakat tidak terulang,” janjinya.***(Arz)
Sesuai laporan dari masyarakat. Timbangan yang diduga curang, sebut Ardiman bukan saja terjadi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN V Sei Intan, tapi juga terjadi di PMKS PT KPN Tambusai dan PTPN V Sei Rokan.
“DPRD Rokan Hulu dari Komisi I sendiri sudah pernah sikapi masalah ini. Memang ada rencana membawa masalah ini dalam rapat, tapi belum dijadwalkan, sebab saat ini Banmus (badan musyawarah) DPRD sedang sibuk membahas Perda-perda Pemkab Rohul,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Rohul ini kepada Wartawan di Pasirpangaraian, Rabu (14/11/12).
Menyikapi banyaknya laporan masyarakat yang masuk kepada Apkasindo, Ardiman berharap perusahaan dan penerima buah (PB) di Rohul untuk pro aktif dalam mensejahterakan petani, terutama bagi petani kelapa sawit.
“Dalam menyikapi ini, agar masalah harga seluruh PKS yang ada di Rokan Hulu untuk mengikuti peraturan gubernur nomor 240 tahun 2009 tentang ketentuan harga TBS kelapa sawit,” mintanya.
“Waktu mau berdiri mereka menyembah agar izin dikeluarkan. Dan ketika sudah berdiri, hanya mereka tidak memikirkan petani,” katanya.
Pada rapat dengan 11 perwakilan perusahaan di Kantor Disbutbun Rohul beberapa waktu lalu, Ardiman juga sempat mengamuk. Ia menuding perusahaan tidak mau mengerti kondisi petani, tapi hanya memikirkan laba perusahaan.
“Kita dukung penuh Dishutbun Rokan Hulu gelar inspeksi mendadak seperti kemarin, sehingga perusahaan yang ada tidak lagi berlaku curang,” ujarnya.
Selasa kemarin (13/11/12), dugaan kecurangan timbangan di sebuah PKS juga dilontarkan Ponimin. Kades Bukit Intan Makmur Kecamatan Kuntodarussalam ini mengaku tujuh koperasi di desanya mengeluhkan dugaan kecurangan tera timbangan di PKS PTPN V Sei Intan karena berat buah satu truk colt diesel bisa berkurang antara 300-500 kilogram.
Sidak Kepala Dishutbun Rohul Sugiyarno sempat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke PKS PTPN V Sei Intan bersama Pengelola KUD, Selasa pagi kemarin. Sidak ini diduga bocor, pasalnya saat timbangan diuji, dinas ini tidak menemukan unsur kecurangan.
Walau tidak menemukan bukti praktek kecurangan timbangan di PTPN V Sei Intan, Sugiyarno berjanji akan meneruskan laporan masyarakat ini kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau.
“Kita akan surati Disperindag Riau, terutama bidang metereologi untuk menguji tera timbang seluruh perusahaan, sehingga segala bentuk praktek kecurangan yang dikeluhkan masyarakat tidak terulang,” janjinya.***(Arz)

0 komentar:
Posting Komentar