Pasirpengaraian (Cakra FM)-
Bupati Rokan Hulu Drs.Achmad, MSi diminta segera menyelesaikan problem antara
petani sawit plasma yang tergabung dalam 7 Koperasi unit Desa (KUD) di Kecamatan Kepenuhan dengan PT.Perdana Inti
Sawit Perkasa (PISP) Rokan Hulu.
Soalnya, ratusan petani sudah dibuat
resah dan menuesalkan sikap arogansi PT PSIP yang dinilai berlaku sepihak dalam
penetapan sortasi buah. Akibat kebijakan itu,
petani plasma bersama 7 KUD langsung menyurati Bupati Rohul.
Dalam surat tertanggal (17/11)
lalu, ditanda tangani 7 Koperasi Unit
Desa (KUD) di Kecamatan Kepenuhan, eks
transmigrasi SP I sampai SP V, memohon kepada Bupati Rohul segera memfasilitasi
pertemuan antara managemen PT. PISP dan induk perusahaannya PT. Ciliandra
Devisi Pekanbaru dengan petani plasma tergabung dalam 7 KUD.
Adapaun
keresahan ke 7 KUD itu yakni, Koperasi Kepala Sawit (Kopsa) Sumber Rezki
pemohon Ahmad Suyudi, Kopsa Sumber Makmur pemohon Jufri Effendy, Kopsa Sawit
Subur pemohon Lismardi Kopsa Jaya Bersama pemohon H. Bahtiar Mais, Kopsa Suka
Damai pemohon Drs. H. Efendi R Kopsa
KISS pemohon Syahrial dan Kopsa IKM pemohon Ir. Hasan Basri
Mengenai keresahan, dirasakan petani
plasma yakni, antrian panjang mobil angkutan Tandan Buah Segar (TBS), karena
dibatasinya TBS naik ketimbangan sebabkan kesusutan tonase TBS tinggi dari
tonase timbangan Tempat Penimbangan Hasil (TPH) petani plasma, adanya potongan
berat TBS mencapai 400 sampai 500 Kg per mobil, membuat kuota produksi TBS
petani plasma 4 ton per kapling tiap bulan secara sepihak dan lainnya.
Adapun
tuntutan 7 KUD di Kecamatan Kepenuhan yaitu, memindahkan TBS PT PISP II
ke PKS lain, sehingga TBS petani plasma tidak mengalami antrian, penghapusan
greding 400 sampai 500 Kg per mobil, penghapusan kuota 4 ton per kapling tiap
bulan, potongan TBS plasma dikembalikan ke petani plasma sebesar 20 persen
dan memperpanjang kontrak pembangunan
kebun inti PT PSIP untuk tahap berikutnya.
Kepala Dinas Kehutanan dan
Perkebunan Kadishutbun (Kadishutbun) Rohul
Sugiarno, SP, MSI, Senin (19/11), berjanji akan memanggil pihak perusahaan
serta melakukan upaya mediasi antara kedua belah pihak agar tidak terkesan se
pihak, rencananya akan turun kelapangan mendengarkan langsung keluhan petani plasma.
“Kita akan turun kelapangan sebelum lakukan mediasi, sebenarnya mengapa bisa
seperti itu kejadinnya,”tuturnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar