Pasirpengaraian (Cakra FM) -Setelah melakukan penelusuran jejak dan lokasi amukan gajah liar di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), team Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul dibantu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau, berhasil mengusir 2 ekor gajah liar dan digiring untuk menjauhi pemukiman masyarakat, namun Senin (19/11) sekira pukul 17.49 Wib, 3 ekor gajah masih bertahan di Desa Kasimang.
Dikatakannya, Kadishutbun Rohul setelah menelusuri keberadaan kawanan dan jejak gajah liar, karena telah merusak puluhan hektar lahan perkebunan Kelapa Sawit warga di Kecamatan Kepenuhan. Sebelumnya 2 ekor gajah liar ini berkeliaran di kawasan hutan Kecamatan Kepenuhan, namun akibat Sungai Rokan masih banjir gajah-gajah itu tetap bertahan, karena salah satu induk sempat melahirkan ditempat itu.
“Agar amukan gajah liar, tidak kembali terjadi, akhirnya kita digiring ke hilir, menjauhi kawasan perkebunan penduduk dengan menggunakan 2 gajah penghalau atau pemikat milik BKSDA Riau, tapi karena terhalang banjir 3 ekor gajah liar itu tidak bisa menyeberang,”katanya.
Menurutnya, semula gajah liar ini ada 4 ekor, namun karena induknya melahirkan ia ditinggal 3 gajah liar lainnya dan sudah menyeberangi jalan.
“Mengantisipasi sisa 3 gajah liar itu, pihaknya termasuk Anggota Polhut dan pawang tetap melakukan pemantauan, meskipun pihak BKSDA Riau sudah kembali, namun sudah ada kontak untuk berkordinasi kembali dalam menghalau gajah liar itu, sambil menunggu air surut,”tuturnya. (Arz)
Dikatakannya, Kadishutbun Rohul setelah menelusuri keberadaan kawanan dan jejak gajah liar, karena telah merusak puluhan hektar lahan perkebunan Kelapa Sawit warga di Kecamatan Kepenuhan. Sebelumnya 2 ekor gajah liar ini berkeliaran di kawasan hutan Kecamatan Kepenuhan, namun akibat Sungai Rokan masih banjir gajah-gajah itu tetap bertahan, karena salah satu induk sempat melahirkan ditempat itu.
“Agar amukan gajah liar, tidak kembali terjadi, akhirnya kita digiring ke hilir, menjauhi kawasan perkebunan penduduk dengan menggunakan 2 gajah penghalau atau pemikat milik BKSDA Riau, tapi karena terhalang banjir 3 ekor gajah liar itu tidak bisa menyeberang,”katanya.
Menurutnya, semula gajah liar ini ada 4 ekor, namun karena induknya melahirkan ia ditinggal 3 gajah liar lainnya dan sudah menyeberangi jalan.
“Mengantisipasi sisa 3 gajah liar itu, pihaknya termasuk Anggota Polhut dan pawang tetap melakukan pemantauan, meskipun pihak BKSDA Riau sudah kembali, namun sudah ada kontak untuk berkordinasi kembali dalam menghalau gajah liar itu, sambil menunggu air surut,”tuturnya. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar