Tunggu Hasil Keputusan, Izin Dua PMKS Terancam Dicabut

Sugiyarno Kadishutbun Rohul
pasirpengaraian (Cakra FM) - Hasil temuan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Dinas kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul beberapa waktu lalu mengenai izin dua Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) diduga melakukan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dibawah standart. Dua PKMS itu terancam dicabut izinnya,  yakni, PT.  RSI dan PMKS PT. Indomakmur Sawit Berjaya.

Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno SP, hasil pantauan Disbun Riau dan Dishutbun Rohul,   diduga adanya kemungkinan permainan peron orang dalam di dua perusahaan tersebut. Harga TBS Kelapa sawit masyarakat hanya dihargai mendekati Rp1000 per kgnya.

“Harga TBS bila mengacu Surat Keputusan Gubernur rata-rata Rp1500 per Kg nya, kenyataan masih ada di bawah Rp 1000 di Rohul, harga Rp1000 masih terlalu rendah, seharusnya rata-rata diatas Rp1000 hingga Rp1500” jelasnya.

Ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia (APSI) Kabupaten Rohul H. Ardiman Daulay, menyesalkan sikap PT. Indomakmur Sawit Berjaya atau PMKS Musimas  Desa Suro Tinggi Kecamatan Rambah, membeli TBS masih di bawah  Rp 1 ribu.

“ Kita akan laporkan pada DPRD  Rohul, bila perlu membuat Pansus terkait anjloknya harga sawit,” ucap Ardiman Daulay yang juga merupakan anggota DPRD Rohul Komisi I.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Kabupaten Rohul tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPP, mendatangi kantor DPRD Rohul mempertanyakan fungsi DPRD Rohul sebagai wakil rakyat dalam mengawasi anjloknya harga TBS.

Presiden BEM UPP Finus mengatakan ”DPRD Rohul mestinya pro aktif terhadap penderitaan masyarakat, khusus anjloknya harga TBS, terlihat DPRD Rohul  tidak aktif dalam menyikapinya”.

Kedatangan mahasiswa itu disambut baik, sekaligus langsung berdiskusi dengan 10 Anggota  DPRD Rohul, mewakili Ketua DPRD Rohul H. Hasanudin Nasution, SH yakni Wakil Ketua DPRD Rohul dari Partai Bulan Bintang Nurcholis, mengajak mahasiswa berdialog di dalam ruangan, anggota DPRD dari Dapil masing-masing juga merasakan dampak anjloknya harga TBS.  (Arz)


0 komentar:

Posting Komentar