Pasir pengaraian (Cakra FM) Terkait masih anjloknya harga tandan
buah sawit (TBS) Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Rokan hulu (Rohul) minta perusahaan PKS untuk menindak oknum Pembeli
Buah (PB), yang diduga menjadi penyebab
anjloknya harga tbs di rohul. Bila tidak
dilakukan Pemkab Rohul mengancam meninju ulang izin operasional PKS tersebut
hingga pencabutan izin jika tersbukti
mempermainkan harga dengan (PB).
Pemkab rokan
hulu tampaknya tidak main-main dalam melakukan normalisasi harga TBS yang
terlanjur anjlok, setelah membentuk dan menerima laporan tim Investigasi Dinas
Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul, yang memastikan penyebab anjloknya
harga tbs di Rokan Hulu karena terlalu panjangnya mata rantai perdagangan,
pemkab rohul langsung bertindak cepat guna memutus mata rantai perdagnagan
tersebut. Bupati Rokan Hulu Achmad, menginstruksikan seluruh Perusahaan Kelapa
Sawit untuk menertibkan oknum-oknum pembeli buah atau PB yang diduga berada
dibalik anjolknya harga tbs tersebut.
“jika nantinya
terbukti adanya PKS yang bermain dengan pengepul buah kita akan mencabut izin
operasi perusahaanya teganya.
Disamping akan mencabut izin PKS
yang membandel, Pemkab Rohul juga juga tengah mempertimbangkan mengeluarkan
rekomendasi 7 PKS baru untuk menampung hasil buah para petani sehingga
menghindari jatuhnya kembali harga seperti saat ini. (Arz)

0 komentar:
Posting Komentar