![]() |
| Pedagang Pasar Modern Pasir pengaraian mengeluh karena turunya daya beli masyarakat |
Pasirpengaraian ( Cakra FM )-Anjloknya harga Tandan Buah Sawit
(TBS) sejak 4 bulan terakhir di Kabupaten Rokan Hulu Ternyata Berimplikasai
terhadap menurunya daya beli masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). meski
sejumlah harga Kebutuhan Pokok, mengalami penurunan, tidak serta merta
mendongkrak Daya beli masyarakat.
Kondisi ini terlihat dari sepinya pembeli yang berkunjung ke Pasar
Modern Pasirpengaraian Rabu pagi (3/10), dari hasil pantauan, sejumlah kebutuhan
pokok seperti tomat, cabe dan ayam pedaging mengalami penurunan harga yang
cukup drastis. Harga tomat yang biasanya
dijual seharga Rp 9000 perkilonya di tingkat pedagang, saat ini turun hingga Rp
6700 perkilonya, harga cabe yang biasanya di jual seharga Rp 25 Ribu rupiah
perkilonya, saat ini turun menjadi Rp 20 ribu rupiah perkilonya. Penurunan harga juga terjadi pada ayam
pedaging, bila biasanya harga ayam pedaging di pasar modren pasir pengaraian
mencapai Rp 35 ribu perkilonya saat ini turun menjadi Rp 30 ribu rupiah
perkilonya.
Sepinya pengunjung di Pasar
Modern Pasir Pengaraian ini, menyebabkan para pedagang mngeluh, `Salah seorang
Pedagang Ayam masrzuki mengatakan sejak turunya harga sawit 4 bulan terakhir,
omset penjualanya menurun drastis,
“Bila sebelum Harga sawit Turun
saya mampu menjual ayam hingga 40 kg perharinya, tapi sekarang hanya mampu menjual ayam sebanyak 25 kg
perhari keluhnya.
Anjloknya harga sawit ini telah menimbulakan
efek domino terhadap jalanya roda perekonomin masyarakat luas, untuk itu, para pedagang mengahrapkan pemerintah melalui instansi terkait, segera
melakukan langkah cepat dalam menormalkan harga TBS di rohul sehingga daya beli
masyarakat kembali stabil.**(Arz)

0 komentar:
Posting Komentar