![]() |
| Salah satu Rumah yang terendam Banjir Akibat hujan seharian yang turun dari sabtu dini hari |
Pasirpengaraian (Cakara
FM)- Hujan deras dari Jumat, (12/10), sore hingga Sabtu (13/10) menjelang siang
Sungai Tulang Gajah, Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu
(Rohul) meluap, rumah-rumah penduduk
tergenang air, diduga karena sampah
menyumbat saluran air, jadi air naik ke rumah-rumah warga.
Warga Desa Babussalam
Rani menyebutkan, Sabtu (13/10),
seharusnya pihak desa mengusulkan ke Dinas Bina Marga Pengaiaran (BMP) Rohul
untuk membuat saluran agar tiap datang hujan
rumah penduduk tidak tergenang banjir, ini lebih dari 6 kali se tahun
jika hujan agak deras, pemukiman penduduk digenangi banjir.
“ Kami minta pihak
Pemkab Rohul membuat saluran agar air bisa lancar mengalir, mungkin juga sampah
dari Pasar Modren itu datang ke aliran sungai sehingga saluran air tersumbat,”ucapnya.
Meminta pihak Dinas Tata Ruang Dan Cipta Karya (TRCK)
Rohul, jika ada sampah pasar modren jangan dibuang ke sungai, dampaknya bagi
masyarakat sekitar, jika musim hujan beginilah jadinya, tapi paling utama
pengaliran itu di luruskan, sehingga air tidak macet mengalir.
Kepala Badan
Penangulangan Bencana Alam Daerah (BPBAD) Rohul
Aceng Herdiana, musibah banjir itu, sudah biasa, warga sudah terlatih menghadapinya,
cuma terus diingatkan agar tetap waspada sekaligus bisa menyematkan
barang-barang jika ada banjir besar, namuan hingga kini belum diketahui berapa kerugian masyarakat,
karena belum sempat dilakukan pendataan.
“ Itu sudah bisa bagi
mereka, setidaknya dalam se tahun mereka
terkena banjir, namun pihak Pemkab Rohul
tetap berupaya meminimalisir dan mengurangi resiko bencana banjir,”ujarnya.
Pantaun tampak sampah
berupa botol-botolan, palstik, kardus dan lainnya mengapung di air, diduga
warga karena membuang sampah sembarang, di dalam rumah-rumah warga air ada tergenag setinggi 1,5 Meter, mereka sibuk
berkemas menyelamatkan barang-barang mereka
(Arz)

0 komentar:
Posting Komentar