Pasir pengaraian (Cakra FM)
Kebakaran 1 unit rumah permanen milik Yusmaniar di RT 01 RW 02, Dusun Boter, Desa Rambah Tengah Hilir
(RTH), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Minggu dini hari lalu (30/9) sekira pukul
00.03 Wib, penuh kejanggalan, keluarga korban minta pihak Kepolisian mengusut
tuntas penyebab kebakaran.
Akibat kebakaran
empat hari lalu, keluarga Yusmaniar mengalami kerugian sekitar Rp200 juta,
selain rumah hangus, 2 unit sepeda motor jenis Suzuki merek Spin dan zupiter
dan uang tunai Rp20 juta juga ludes dilalap sijago merah.
Isu berkembang
di masyarakat Boter, penyebab kebakaran penuh kejanggalan, pasalnya, saat api hanya menghanguskan kamar
dan ruang tamu korban, sementara listrik PLN masih menyala dan areal dapur di rumah korban tidak terbakar.
Masyarakat memastikan
api tidak berasal dari dapur rumah korban, sebab ruangan untuk memasak ini
tidak turut terbakar. Sejumlah warga setempat menduga, rumah Yusmaniar ini
sengaja dibakar Orang Tak Dikenal (OTK).
Pasca kebakaran,
seorang oknum honorer Satpol PP Rohul berinisial DS dikait-kaitkan dengan
kebakaran ini. DS dan anak pemilik rumah berinisial M (24), dikabarkan akan
melangsungkan pernikahan awal November 2012 mendatang usai Idul Adha 1433 H.
Pernikahan ke duanya
batal karena pihak keluarga sudah mengetahui belang DS. Honorer Satpol PP Rohul
ini diketahui pihak keluarga M sudah memiliki istri di Kilometer 12 Rambah
Samo.
Menanggapi isu
berkembang di masyarakat ini, Anggota Keluarga Bahren Taher, juga Kepala Desa
RTH, membantah jika kebakaran ini ada kaitannya dengan DS.
Diungkapkan,
pemicu kebakaran memang belum diketahui pasti polisi, tapi kebakaran di rumah
sepupunya ini penuh kejanggalan, sebab listrik PLN masih menyala saat kebakaran
melanda.
Sehari pasca
kebakaran Senin sore lalu (1/10), DS berkunjung ke rumah M untuk ikut belang
sungkawa atas peristiwa kebakaran ini. Namun sejumlah masyarakat setempat sudah
berkumpul dan menunggu DS, terkait oknum ini telah membohongi keluarga M.
Dituturkan
Bahren Taher, sebelum DS menikah dengan M,
DS sudah masuk ke salah satu suku di Boter, namun menjelang pernikahan
ke duanya, belang oknum Satpol PP ini terkuak, rupanya telah beristri, pihak
keluarga perempuan membatalkan rencana pernikahan itu.
“Saya menitipkan
dia (DS) ke Polsek Rambah karena takut terjadi hal-hal lain, tidak diinginkan Senin lalu karena sudah
membohongi keluarga calon istri, dia
diketahui sudah berkeluarga pernikahan batal, peristiwa kebakaran tidak ada kaitannya
pernikahan anak sepupu saya,” jelasnya.
Diakui, Rabu kemarin (3/10), orang tua DS datang ke rumah sepupunya untuk minta maaf
atas prilaku anaknya dan minta maaf secara adat setempat karena telah
membohongi pucuk suku, hasil pertemuan keluarga DS sepakat menyelesaikan
masalah pembohongan suku ini secara adat dan ke keluargaan.
“Dia tidak ada
dikeroyok atau diapa-apakan masyarakat sini. Senin sore lalu, saya melihat dia
pingsan di kantor Satpol PP Rohul saat bertemu dengan keluarga istrinya.
Kepalanya benjol dan diakui si DS, dia membenturkan sendiri kepalanya ke
dinding, bukan diamuk massa,” ujarnya.
Atas kejadian
ini, Bahrain dan masyarakat Boter minta aparat Kepolisian mengusut tuntas
penyebab kebakaran Yusmaniar, sebab kebakaran ini penuh keanehan.
Anehnya, Kepala
Satpol PP Rohul Roy Roberto, di coba ditemui sejumlah wartawan di kantornya di
Kilometer II Pasirpangaraian tidak bersedia keluar dari ruangannya untuk
menemui awak media.
Kapolres Rohul
AKBP Yudi Kurniawan, tegaskan sampai kamis ini, Polri belum menerima laporan
dari masyarakat. Terkait adanya oknum Satpol PP yang dibawa ke Mapolres Rohul
oleh Kades Rambah Tengah Hilir adalah untuk mengamankan sebagai antisipasi dari
hal-hal yang tidak diinginkan.
| Puing-Puing Sisa kebakaran Rumah di Booter |
Kapolsek Rambah
AKP Gandhi mengaku kebakaran rumah Yusmaniar tidak ada kaitannya dengan oknum
Satpol PP Rohul. Polisi telah memasang Police Line di TKP dan masih melakukan
penyelidikan penyebab kebakaran. (*Arz)
0 komentar:
Posting Komentar